Rabu, 31 Maret 2010

Berjuang








    Perjuangan bukanlah mengukur kekuatan
    bukan juga memamerkan kebijakan
    perjuangan sejatinya adalah mengukur keikhlasan  dalam berikhtiar.


    Sesungguhnya yang Allah lihat adalah usahanya
    bukan hasilnya.

Senin, 08 Maret 2010

KATAMUTIARA

                                                                                         Hamka

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan.
Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan.
Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat
                                        *** ***

                                                                                       Ar Rabi’ bin Anas
Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia
padahal kematian terus mengincarnya,dan kepada orang yang melalaikan kematian
padahal maut tak pernah lalai terhadapnya,
dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya
Padahal tidak tahu apakah Tuhannya Ridha atau murka terhadapnya.
                                       *** ***

                                                                                        Salman al Farisi
Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan,
istirahat dan tidur juga tidak nyaman.
Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia
maka nasehat susah untuk memasukinya.
                                       *** ***

                                                                          Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)
          Cintailah kekasihmu sekedarnya saja
          siapa tahu nanti akan jadi musuhmu
          Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja
          siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.
                                      *** ***

                                                                                 Ali bin Abi Thalib
             Engkau berbuat durhaka kepada Allah,
             padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya?
             Sungguh aneh keadaan seperti ini.
             Andai kecintaanmu itu tulus,
             tentu engkau akan taat kepada-Nya.
             Karena sesungguhnyaorang yang mencintai itu
             tentu selalu taat kepada yang ia cintai.
                                 *** ***

Senin, 01 Maret 2010

Tubuh ini Meminta Janji Mu

ketika bangsa lain sudah bicara soal mobil tanpa polusi, lagi lagi bangsa ini masih saja bergulat dengan urusan beras, aking, dan singkong.Di negeri yang katanya subur dan makmur ini,tapi kenapa untuk

membeli beras sebagai kebutuhan pokok saja sangat sulit.

Ada apa dengan bangsa ini???

Saat ini para petinggi negera ramai ramai membicarakan Reshuffle kabinet, Tapi mereka melupakan janji mereka yang katanya untuk menjamin kemakmuran rakyat,kenapa sampai saat ini masih saja soudara saudara kita masih banyak yang makan Nasi aking.

gambaran sulitnya mencari pangan itu nyata dalam kehidupan warga desa pesisir di cirebon indra mayu,jawa barat. di masa sulit seperti sekarang beras paling murah saja mencapai Rp 6000 perkilogram,warga miskin harus terpaksa membeli singkong,ubi,bahkan aking ( sisa nasi yang di kering kan) karna ketidak mampuan untuk membeli beras.

Nasi aking,singkonga ataupun umbi bukanlah sebuah pilihan,karna ketidak berdayaan inilah harus mereka terima. dilihat dari jenisnya,umbi,singkong memang sebagai unsur karbonhidrat yg dapat

memenuhi kebutuhan energi manusia. akan tetapi, diukur dari komposisi kandunagan kalori,protein, lemak dan karbon hidrat masih tergolong rendah.

jika kini anak balita masih makan singkong tanpa asupan gizi cukup,gambaran suram masa depan negeri ini membentang seperti jalan tak berujung.

masih punya hati nuranikah para petinggi negara ,memberikan kenaikan gaji para pejabat ketika rakyatnya sengsara

memberikan fasilitas mewah yang katanya untuk memberikan kemudahan untuk mensejahtrakan rakyat dapat terlealisasikan tapi kenapa masih banyak rakyat yang tinggal di kolong jempatan.

lagi lagi rakyat lah yang jadi korban janji. demi rakyat, untuk rakyat itulah kata kata yang sering di gunakan para kuruptor berbagai carapun di tempuh tidak lagi mengenal haram,halal ataupun subhan

lagi,mereka anggap itu sumua halal untuk meningkatkan jabatan,memperkaya diri,dudukan terhormat dan lain sebagainya.

mau jadi apakah bangsa ini jika para pemimpinnya seperti itu, jangan salahkan rakya ketika rakyat menagih janji dengan anarkis ataupun tidak mengenal etika lagi….

siapa yang menabur dia lah yang menuai itu lah pepatah yang sesuai dengan keadaan bangsa ini.